Kamis, 20 Januari 2011

BAB III


MEMAHAMI PERINTAH KERJA TERTULIS DALAM KONTEKS BEKERJA

RANGKUMAN

A. Mengenal Bentuk Perintah Kerja Tertulis
Bentuk perintah tertulis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu himbauan/larangan, petunjuk, peraturan, pedoman, dan undang-undang.

B. Model-Model Surat Berisi Perintah Kerja
Surat adalah suatu alat atau sarana komunikasi tertulis. Surat yang berhubungan dengan pekerjaan disebut surat dinas atau surat resmi.
Model surat yang berisi informasi kerja atau perintah kerja, antara lain:
  1. Surat Perintah
  2. Surat edaran, yang terdiri atas surat edaran umum dan surat edaran khusus.
  3. Surat Pengumuman yang dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:
  • Pengumuman lisan
  • Pengumuman tertulis
  • Pengumuman dari instansi dan surat pengumuman bukan dari instansi.
  • Memo atau Memorandum
  • Disposisi yang dibedakan menjadi disposisi langsung dan disposisi tidak langsung.

C. Perintah Kerja Berbentuk Manual
Petunjuk penggunaan yang disebut juga manual kerja merupakan perintah bagaimana melakukan pekerjaan atau perbuatan terhadap suatu objek atau alat. Petunjuk penggunaan umumnya disediakan oleh produsen barang untuk memberi petunjuk penggunaan barang yang bersangkutan, seperti barang-barang elektronik TV, kulkas, VCD, atau HP.

D. Menindak lanjuti Perintah Kerja Tertulis
Setiap menerima perintah kerja secara tertulis dalam bentuk surat atau instruksi kedinasan lainnya yang berkaitan dengan pekerjaan, kita harus dapat menindaklanjutinya. Tindak lanjut tersebut mulai dari membaca perintah kerja secara teliti sampai dengan meminta konfirmasi kepada pemberi perintah akan ketepatan rencana kerja.

BAB II


MENYIMAK UNTUK MEMAHAMI PERINTAH YANG DIUNGKAPKAN ATAU YANG TIDAK DALAM KONTEKS BEKERJA.

RANGKUMAN

A. Pengertian dan Ciri Kalimat Perintah
Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi perintah kepada orang lain untuk melakukan sesuatu atau kalimat yang dipakai untuk mendapatkan tanggapan sesuai dengan kehendak penuturnya. Ciri-ciri kalimat perintah:
  1. Menggunakan partikel –lah
  2. Berpola kalimat inversi (PS)
  3. Menggunakan tanda seru (!) bila digunakan dalam bahasa tulis
  4. Kalimat perintah jika dilisankan berintonasi menaik di awal dan
  5. berintonasi rendah di akhir

B. Jenis-Jenis Kalimat Perintah
  1. Kalimat perintah biasa
  2. Kalimat perintah ajakan
  3. Kalimat perintah larangan
  4. Kalimat perintah permintaan
  5. Kalimat perintah permohonan
  6. Kalimat perintah pembiaran
  7. Kalimat perintah sindiran
  8. Kalimat perintah yang menuntut proses atau langkah kerja
  9. Kalimat perintah yang berbentuk kalimat berita
Kalimat perintah dapat diperhalus dengan menggunakan unsur-
unsur berikut.
  1. Menggunakan kata-kata seperti mohon, tolong, sudilah, harap, silakan, hendaknya, sebaiknya.
  2. Menggunakan partikel –lah.
  3. Pengubahan ke struktur tanya.
  4. Pengubahan ke struktur berita.

C. Berbagai Respons Terhadap Perintah
Langkah yang perlu kita tempuh dalam menanggapi perintah:
  1. Membaca kembali isi perintah secara hati-hati, teliti, dan saksama.
  2. Merumuskan/menuliskan kembali isi perintah.
  3. Isi perintah ditulis dalam bentuk kerangka/bagan sehingga mudah di pahami.
  4. Membuat perencanaan dalam bentuk kerangka/tabel/bagan segala kegiatan yang akan di lakukan dalam rangka memenuhi perintah.
  5. Meminta konfirmasi kepada pemberi perintah akan ketepatan rencana kegiatan yang telah disusun.

Minggu, 16 Januari 2011

BAB I


MENYIMAK UNTUK MENYIMPULKAN INFORMASI YANG TIDAK BERSIFAT PERINTAH DALAM KONTEKS BEKERJA

RANGKUMAN

A. Kegiatan Menyimak dan Memahami Informasi Nonverbal 
Menyimak adalah kegiatan menyerap informasi yang disampaikan secara lisan dengan tidak sekedar menggunakan indera pendengaran tapi juga berupaya menangkap isi atau pesan serta memahami makna informasi yang disampaikan.
Ada beberapa macam cara menyimak, diantaranya adalah menyimak intensif, menyimak ekstensif, menyimak diskriminatif, dan menyimak untuk pemecahan masalah.
Informasi dapat berbentuk verbal dan nonverbal. Informasi verbal ialah informasi berbentuk uraian atau penjelasan. Informasi nonverbal ialah informasi berbentuk visual seperti grafik, diagram, tabel, bagan, peta, denah, dan matriks.

B. Pengalihan Informasi Verbal menjadi Nonverbal
Hal-hal yang perlu diperhatikan untuk mengalihkan informasi verbal ke informasi nonverbal, yaitu:
  1. Perhatikan dengan saksama isi informasi verbal yang ingin diubah.
  2. Perhatikan data-data berupa lambang, satuan atau angka-angka serta perbandingannya untuk menentukan bentuk visual yang efektif, apakah grafik, tabel, diagram dan yang lainnya.
  3. Catatlah hal-hal pokok atau inti dari informasi yang disimak.
  4. Buatlah bentuk nonverbal yang tepat untuk mengungkapkan informasi tersebut.
  5. Gambar , bagan, atau grafik dibuat dengan baik, benar, tepat, dan seimbang dengan isi.
  6. Tentukan warna-warna, lambang, atau bentuk untuk menggambarkan atau membedakan data-datanya.

C. Menyampaikan Pendapat melalui Simpulan secara Deduktif dan  
    Induktif
Penyimpulan secara deduktif yaitu cara mengambil simpulan dari pernyataan yang bersifat umum diikuti oleh uraian atau pernyataan- pernyataan yang bersifat khusus. Penyimpulan secara induktif yaitu cara mengambil simpulan dari pernyataan-pernyataan atau fakta-fakta yang bersifat khusus menuju ke suatu simpulan yang bersifat umum.
Simpulan yang disampaikan dapat diperoleh dari informasi lisan maupun tulisan baik informasi lisan yang bersifat verbal maupun informasi tulisan yang berbentuk nonverbal. Simpulan dapat disertakan dengan opini atau pendapat. 

untuk mengunduh file klik disini